Arrgghh…!!! Lagi dan lagi aku
menggeram kesal, sudah berjuta juta situs kubuka dan sudah ribuan deretan
kalimat kubaca, tapi tak ada satupun yang situs yang kucari, yeah emang
terdengar lebay tapi emang seperti itu nyatanya. Pulang kuliah sampai sore,
tugas menumpuk, kena marah dosen, bisnis kecil kecilan yang sering ngadat,
ditambah ruwetnya kehidupan metropolitan membuat kepalaku terasa akan meledak,
yahh lengkap sudah kehidupanku yang amat sangat indah ini. Mungkin terus-terusan
memikirkan segala keindahan hidupku ini akan membuat jiwa ragaku tak berdaya, so, aku memutuskan untuk menikmati
cucuran air dari shower kamar mandi kos-kosan
tempat separuh hidup kuhabiskan selama menjadi seorang mahasiswi di Universitas
Indonesia.
Mimpi indahku terputuskan oleh para
penghuni perut yang sudah memberontak. Rupanya, setelah mandi aku ketiduran
dengan posisi laptop menyala. Kulihat jam dinding yang menunjukkan pukul
delapan malam. Aku berjalan lunglai menuju dapur dengan mengabaikan sapaan
temanku yang sedang menonton televisi, entahlah bagaimana dia mengatur scenario
hidupnya sebaik mungkin, dia seorang mahasiswa satu kampus denganku, dia
termasuk kategori mahasiswi yang sering nongki di cafe kampus tak seperti aku
yang lebih sering ndeprok di lantai aula
kampus dengan laptop menyala dan buku bertebaran dimana mana, aku tak pernah
melihatnya begadang mengerjakan tugas, tapi anehnya dia termasuk golongan murid
kesayangan dosen-dosen dan merupakan mahasiswi yang pintar. Ah sudahlah,
membahasnya membuatku semakin pusing, lebih baik aku mencari cari makanan di
dapur. Sialnya para penghuni kosan ini tidak ada yang berbaik hati meninggalkan
makanannya. Aku harus keluar mencari makan, langkah ku berhenti ketika jari
jari manisku akan menyentuh gagang pintu, sekelebat pikiran tentang ruwetnya
Jakarta menyiutkan niatku untuk mencari makan. Dan sepertinya aku memang
ditakdirkan menjadi anak kos sebenarnya, aku kembali memakan makanan ala-ala
anak kos, tak perlu kusebutkan makanan apa, kutebak kalian pasti sudah tahu. Sst
diam, tak perlu tertawa mengejekku.
Kosan sudah sepi, tak terdengar celotehan
teman-teman seperjuanganku, jalanan ibu kota nampaknya juga sudah tak terlalu
bising, orang-orang yang mencari nafkah pun sudah beranjak meninggalkan zona
yang mengekangnya untuk kembali berkumpul dengan keluarga mereka. Seperti malam
biasanya, lampu lampu jalanan ibu kota menyala untuk menerangi kota besar ini
dan menerangi mimpi-mimpi sejuta umat yang menjadi harapan hari ini dan menjadi
sebuah tantangan untuk diwujudkan esok hari.
Bersambung...
13 Nov 2018
Tinggalkan jejak...
Good👍
BalasHapusUlek double good 👍👍
HapusWeleeeee
BalasHapusBew
HapusWeleeeee
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapusWehhh, bagus ih. Aku suka cara kamu nulis udah rapi dan epik, lanjut terus ya... semangat!!!
BalasHapusMakasihh kak
HapusBagus naj
BalasHapusHay unknown✋ nama kau hilang? XD
HapusWoowwwww apik apik sangar by:amelong :)
BalasHapusBeneran mbaca ga nih?
HapusCerita ttg kita soon ya haha
Bewww nice nii
BalasHapusTq depiii
HapusBewww nice nii
BalasHapusBagus
BalasHapusBaguss
BalasHapusWah asikk
BalasHapusWah hehe
HapusWaaah👏
BalasHapus😆
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
HapusMantap
BalasHapusMantull
BalasHapusmanteplah👍
BalasHapusYup yup
BalasHapusLup lup😆
BalasHapusHihii😅
Hapusjadilah pengarang crita yg hebat tapi bukan pengarang drama
BalasHapusSiapp haha
BalasHapus